Membuat Text Berjalan
Jangan menyerah atas impianmu, impian memberimu tujuan hidup. Ingatlah, sukses bukan kunci kebahagiaan, kebahagiaanlah kunci sukses. Semangat !

Kamis, 28 Mei 2015


Bupati Merauke Menyuruh PT Mayora dan PT Astra Berhenti Aktivitas, Diskusi Kembali


Setelah aksi penolakan di kantor PT Mayora di Merauke minggu lalu, FORMASI SSUMAWOMA sempat bertemu dengan Bupati Romanus Mbaraka untuk membicarakan sikap masyarakat Malind Woyu Maklew untuk menolak PT. Mayora dan PT. Astra di wilayah adat mereka. Hasil pertemuan itu disampaikan dalam pernyataan pendek FORMASI SSUMAWOMA. Wartawan tabloidjubi.com Ans.K juga hadir di pertemuan dan menulis tiga artikel dengan pernyataan sikap Bupati dan beberapa peserta acara lain.

Info FORMASI SSUMAWOMA:
Setelah pertemuan bersama Intelektual Malind Woyu Maklew SSUMAWOMA Muli Anim, Intelektual Menggelar rapat bersama Bupati Merauke Romanus Mbaraka MT. Selama 2 Jam. Rapat Menghasilkan keputusan Surat bagi para Intelektual memutuskan bersama bupati sepakat untuk keluarkan SURAT PEMBERHENTIAN AKTIVITAS PT. MAYORA DAN PT. ASTRA yang bergerak di bidang Pangan/gula yang akan berpusat di distrik Tubang, Okaba, Ngguti dan Ilwayab. Dalam pertemuan pembicaraan berjalan hangat, dan berimbang, karna banyak Intelektual mengeluarkan saran dan usul untuk tetap perusahaan tidak boleh beraktivitas di ke 4 distrik tersebut. Bupati juga banyak memberikan penjelasan yang cukup menarik mengenai hadirnya perusahaan ini dalam Group besar yaitu : MIFEE GROUP. Di dalamnya mereka (PT) yang mendapatkan surat rekomendasi dan ijin usaha yang di perbaharui oleh pemerintah. Penjelasan untung dan rugi juga di bicarakan dalam pembahasan ini oleh bipati. Namun Intelektuan tetap bersuara untuk tetap menolak kehadiran perusahaan. Simn P. Balagaize. Salam Transformasi.
 – – – – – – –
PT MAYORA DAN PT ASTRA DIULTIMATUM TIDAK BERAKTIVITAS
Merauke, 20/8 (Jubi) – Dalam pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih dua stengah jam di Kantor Bappeda, Senin (19/8), Bupati Merauke, Romanus Mbaraka memberikan ultimatum kepada PT Mayora maupun PT Astra agar tidak boleh melaksanakan berbagai kegiatan atau aktivitas di lapangan, sebelum pembicaraan lebih lanjut.
“Saya akan keluarkan surat agar tidak boleh ada aktivitas terlebih dahulu bagi kedua perusahan tersebut. Karena masih ada pertemuan lanjutan lagi antara pemilik hak ulayat dari setiap kampung bersama semua komponen terkait lain yang akan dilangsungkan di Salor. Jadi, perwakilan dari setiap distrik yang hadir sudah mendengar. Informasi ini harap diteruskan ke kampung-kampung,” harap Bupati.
Sementara Tokoh Intelektual Marind, Leonardus Moyuen mengatakan, karena ada permasalahan, sehingga pertemuan bersama Bupati Merauke dilangsungkan. “Kami berterimakasih kepada Bapak Bupati Merauke yang meluangkan waktu sekaligus bisa berdialog secara langsung bersama masyarakat dari tiga distrik,” ujarnya.
Masyarakat di kampung-kampung di tiga distrik tersebut, kata Moyuen, melakukan penolakan dengan keras terhadap kehadiran kedua investor. Karena mereka masuk dengan cara tidak santun. Jika ada yang masuk, silakan duduk dan bicara secara santun menggunakan adat orang Marind. Tidak harus secara diam-diam masuk dan berbicara dengan masyarakat tertentu.
“Terus terang, dengan kehadiran mereka di kampung-kampung, membuat hubungan antara masyarakat sendiri menjadi renggang. Jika tidak segera disikapi oleh pemerintah, maka akan menimbulkan permasalahan serius dikemudian hari,” tandasnya. (Jubi/Ans)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar